“Emang Gue Pikirin?”, “Ndasmu”, “Saking Pintarnya Jadi Goblok”, “Antek-Antek Asing!”,“Bajingan”: Implikatur dalam Tuturan Prabowo Subianto
Keywords:
Implikatur, pragmatik, tuturan, konteks, Prabowo SubiantoAbstract
Latar Belakang: Dalam berbahasa, penutur tidak selalu menyampaikan maksudnya secara eksplisit. Dalam studi pragmatik, maksud penutur yang tidak sama dengan arti kata yang diucapkan disebut dengan implikatur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikatur dalam tuturan Presiden Prabowo, yakni “Emang gue pikirin?”, “Ndasmu”, “Saking pintarnya jadi goblok”, “Antek-antek asing!”, dan “Bajingan”, serta menjelaskan latar belakang kehidupannya sebelum menjabat menjadi presiden. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan simak dan catat sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang berupa tuturan tersebut diambil dari dokumentasi pidato yang berupa video dan transkrip, kemudian dianalisis menggunakan teori implikatur Paul Grice. Hasil: Hasilnya, tuturan “Emang gue pikirin?” dapat dipahami sebagai bentuk penyangkalan terhadap kepedulian, tuturan “Ndasmu” menunjukkan bahwa penutur menolak keras pendapat yang sedang ditanggapi dan menunjukkan ketidaksetujuan terhadap pihak yang menyampaikan pendapat tersebut, tuturan “Saking pintarnya jadi goblok” digunakan sebagai bentuk kritik terhadap pihak yang dianggap menggunakan kepakaran secara tidak tepat, tuturan “Antek-antek asing!” digunakan sebagai kritik terhadap pihak tertentu yang menurut penutur tidak menginginkan Indonesia mengalami kebangkitan, dan tuturan “Bajingan” menunjukkan bahwa dalam suatu kelompok politik terdapat individu dengan karakter yang beragam, sehingga suatu partai tidak dapat dipandang hanya berdasarkan karakter positif atau negatif anggotanya. Kesimpulan: Kelima tuturan tersebut memiliki implikatur sesuai konteksnya. “Emang Gue Pikirin?” menunjukkan ketidakpedulian, “Ndasmu” menunjukkan penolakan, “Saking Pintarnya Jadi Goblok” menyampaikan kritik, “Antek-Antek Asing!” mengkritik pihak yang tidak mendukung kepentingan nasional, sedangkan “Bajingan” menunjukkan penilaian terhadap individu dalam kelompok politik.
References
Aditya, R. (2023, Juli 24). Penasaran Prabowo Subianto keturunan suku apa? Keluarga ningrat Jawa dan berdarah Manado. Suara.com. https://www.suara.com/news/2023/07/24/134140/penasaran-prabowo-subianto-keturunan-suku-apa-keluarga-ningrat-jawa-dan-berdarah-manado
Afni, W. R., Wahidy, A., & Masnunah. (2025). Implikatur pidato Prabowo Subianto pada acara “Penutupan Kongres III Partai NasDem”. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(1), 386–398. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i1.4904
Arifianti, I., & Kusumaningsih, D. (2024). Interpretasi pragmatik melalui implikatur konvensional dan nonkonvensional dalam debat capres Indonesia 2024. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 13(2), 268–281. https://doi.org/10.26499/rnh.v13i2.7814
Astuti, P. I., Arumi, S., Veronika, U. P., & Joko, S. (2019). Analisis implikatur dalam wacana meme politik pada akun Instagram. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 13(2), 265–281. https://doi.org/10.24090/komunika.v13.i1.1998
Djailani, M. F., & Ardiansyah, N. (2026, September 19). Prabowo ke pakar: Saking pintarnya bisa jadi goblok! Suara.com. https://amp.suara.com/news/2026/09/19/075250/prabowo-ke-pakar-saking-pintarnya-bisa-jadi-goblok
Duryatmo, S. (2025, Februari 24). Memaknai ungkapan “endhasmu” dari Prabowo. ANTARA News.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. Dalam P. Cole & J. L. Morgan (Ed.), Syntax and semantics: Vol. 3. Speech acts (hlm. 41–58). Academic Press. https://doi.org/10.1163/9789004368811_003
Hafis, R. I. A., & Yogia, M. A. (2017). Abuse of power: Tinjauan terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik di Indonesia. PUBLIKA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(1), 80–88.
Kabira, K., Razak, N. K., & Rusli, N. H. (2026). Analisis kontrastif implikatur dan strategi kesantunan dalam pidato kenegaraan dan pidato kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 993–997. https://doi.org/10.33087/aksara.v10i2.1758
Lestari, T. W., Verawati, A. A., Hamidah, A. N., Yahya, Y. F., & Hermawan, W. (2025). Analisis pragmatik ujaran kontroversial ndasmu dalam wacana politik Indonesia: Studi kasus pidato Presiden Prabowo. Journal Innovation in Education, 3(3), 43–57. https://doi.org/10.59841/inoved.v3i3.3070
Mardani, E. S., Wahyoerie, A. P., Arofah, S. N., & Apriyadi, H. (2025). Pergeseran register bahasa formal ke kasual dalam retorika presiden: Kajian fonetik dan dampaknya pada etika publik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 2547–2560.
Mulya, F. P. (2024, Januari 9). Prabowo tidak ambil pusing soal nilai 11 dari 100 oleh Anies. ANTARA News. https://m.antaranews.com/amp/berita/3907269/prabowo-tidak-ambil-pusing-soal-nilai-11-dari-100-oleh-anies
Nasrul, & Alwi, A. K. (2025). Praanggapan dan entailment dalam podcast YouTube Najwa Shihab bersama “Prabowo Subianto Bicara Gagasan”: Kajian pragmatik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 15(1), 103–119. https://doi.org/10.23887/jpbsi.v15i1.93177
Patresia, N., Sitanggang, M. R., Manalu, W. T., Sinaga, E. J., Sihombing, E. L., Hutahaean, G. T., & Simanjuntak, R. R. (2026). Analisis implikatur percakapan pada pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna. Jurnal Samudra Bahasa, 10(1). https://doi.org/10.33059/jsb.v10i1.14194
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (t.t.). Biografi Prabowo Subianto. Kepustakaan Presiden. https://kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id/biography/?box=detail&presiden_id=19&presiden=prabowo
Rahmawati, E., & Purwanti. (2025). Implikatur pada tuturan satire dalam Epic Rap Battles of Presidency 2024 (kajian pragmatik). Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 9(4), 747–760.
Rumaf, N., Anshori, D. S., Damaianti, V. S., Sastromiharjo, A., & Jumroh, S. F. A. (2025). Representasi kekuasaan dalam teks pidato Presiden Prabowo Subianto: Tinjauan AWK Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(2), 2111–2124.
Saifudin, A. (2020). Implikatur percakapan dalam studi linguistik pragmatik. Jalabahasa, 16(1), 15–24.
Seda, K. A., Kurniawan, E., & Supriadi, R. (2025). Makna politik istilah “antek”: Kajian ilokusi dan korpus linguistik dalam jurnal akademik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(3), 2723–2737.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2025, Agustus 22). Pengarahan Presiden RI kepada guru dan kepala sekolah rakyat.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2026, Juli 12). Sambutan Presiden pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026.
Sitompul, M. (2019, Maret 7). Kisah Bowo anak Kebayoran. Historia. https://www.historia.id/article/kisah-bowo-anak-kebayoran-dbea2
Wulandari, T., Sari, D. P., & Nasution, A. R. (2024). Deskripsi mendalam untuk memastikan keteralihan temuan penelitian kualitatif. Jurnal Literasiologi, 9(4), 124–131. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v9i4
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Priyanti Adiningtyas, Aurellya Devita Sari, Chelsea Windana Anugrahlillah, Esya Azalia Azzura, Andini Nur Aulia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



