Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Pengelolaan Konteks Tuturan dalam Podcast Raditya Dika, Tirta, dan Gia Pratama
Keywords:
konteks tuturan, maksim, podcast, pragmatik, Prinsip Kerja SamaAbstract
Latar Belakang: Komunikasi dalam podcast edukasi kesehatan tidak selalu mengikuti Prinsip Kerja Sama Grice secara literal. Suasana percakapan yang santai, humoris, dan spontan dapat memunculkan pelanggaran maksim yang justru berfungsi untuk membangun keakraban dan menyampaikan pesan secara menarik. Penelitian ini mengkaji pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan pengelolaan konteks tuturan dalam podcast Raditya Dika bersama dr. Tirta dan dr. Gia Pratama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pelanggaran maksim serta mendeskripsikan fungsi dan implikatur yang muncul melalui pengelolaan konteks tuturan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan dalam satu episode podcast yang dianalisis berdasarkan empat maksim Grice, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pengelolaan konteks dianalisis menggunakan model SPEAKING Hymes. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Ditemukan 27 data tuturan dengan 31 pelanggaran maksim. Pelanggaran maksim kualitas menjadi temuan paling dominan dengan 14 pelanggaran, diikuti maksim relevansi sebanyak 7 pelanggaran, serta maksim kuantitas dan cara masing-masing 5 pelanggaran. Sebanyak 30 pelanggaran termasuk flouting dan 1 violating. Pelanggaran tersebut umumnya digunakan untuk menciptakan humor, membangun keakraban, memperkuat karakter penutur, serta menyampaikan pesan secara tidak langsung. Kesimpulan: Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam podcast tidak menghambat komunikasi, tetapi menjadi bagian dari strategi interaksi yang dipengaruhi oleh konteks, tujuan, karakter penutur, dan genre podcast.
References
Ardyningrum & Nouva El Aziza (2026). “Flouting Maxims in Jackson Wang’s Interview on the DIVE Studios Podcast.” Jurnal Ilmiah Telaah 11(2):576–82. https://doi.org/10.31764/telaah.v11i2.40748.
Arvianto & Faizal (2019). “Analisis Prinsip Kerja Sama dalam Acara Komedi Extravaganza.” Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 4(1):54–60. https://doi.org/10.32938/jbi.v4i1.151.
Dwiwulandari et al. (2020). “The Analysis of Conversational Implicature in an Extensive Listening of BBC Learning English Podcast.” STAIRS: English Language Education Journal 1(2):66–74. https://doi.org/10.21009/stairs.1.2.3.
Febriyanti et al. (2026). “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama sebagai Sarana Pengungkapan Humor dalam Acara ‘Bercanda Tapi Santai.’” Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 14. https://doi.org/10.26877/sasindo.v14i1.291.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. L. Morgan (Eds.), Syntax and semantics: Vol. 3. Speech acts (pp. 41–58). Academic Press.
Handatika et al. (2025). “Penerapan dan Penyimpangan Maksim Kerja Sama Grice dalam Podcast Sule Bersama Rizwan Media Sosial Youtube: Analisis Pragmatik.” BLAZE: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan 3(2):179–1987. https://doi.org/10.59841/blaze.v3i2.2739.
Hymes D. (2013). Foundations in Sociolinguistics. Routledge.
Krisdwiyani et al. (2022). “The Production of Conversational Humor by Flouting Gricean Maxims in the Sitcom The IT Crowd.” Lexicon 9(1):11. https://doi.org/10.22146/lexicon.v9i1.72803.
Miles & Huberman (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage.
Nopira & Hendaryan (2025). “Kesantunan Berbahasa dalam Podcast Agak Laen Official.” Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 9(2):356–63. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v9i2.19218.
Purbosari et al. (2020). “Penyimpangan Prinsip Kerja Sama dalam Program Televisi Waktu Indonesia Bercanda (WIB) di Net: Kajian Pragmatik.” Jurnal Buana Bastra 7(2). https://doi.org/10.36456/bastra.vol7.no1.a3273.
Putri et al. (2024). “Pemenuhan dan Penyimpangan Prinsip Kerja Sama Grice: Podcast Deddy Corbuzier-Kuliah Itu Gak Penting.” BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya. http://journal2.um.ac.id/index.php/basindo.
Qomaruddin et al. (2024). “Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman.” Journal of Management, Accounting, and Administration 1(2):77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93.
Siagian et al. (2025). “Implikatur Percakapan dalam Fenomena Humor Digital pada Program Televisi ‘Lapor Pak’ : Suatu Kajian Pragmatik.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra 5(4).
Xiaoqin & Liu (2017). “Overcommunication Strategies of Violating Grice’s Cooperative Principle in Ground Service.” English Language Teaching 10(11):162–72. https://doi.org/10.5539/elt.v10n11p162.
Zelianti, Syafina, Agwin Degaf, Fuad Baswarudin, dan Guktomo. 2026. “Humor in Conversation: Flouting Maxims in the ‘Close the Door’ Podcast.” Journal of Advanced Multidisciplinary Research 5(2):72–82. https://doi.org/10.30659/JAMR.5.2.72-82.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gendhis Mutya Maheswari, Rizca Anggres Khisbaht, Calista Anindya Salsabila, Katarina Ayu Perwitasari, El Lovely Syawalluna Izzati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



